Assalamu alaikum wrwb
Pendidikan merupakan
gerbang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat dari pembukaan
UUD 1945 alinea ke IV. Dalam dunia Pendidikan mulai dari TK, SD, SMP dan SMA untuk
mencapai tujuan Pendidikan tadi, melibatkan beberapa aspek, yaitu adanya tenaga
pengajar yang bertanggung jawab dan seorang murid yang berkarakter.
Nah, hal tersebut dapat
terlihat dari adanya hubungan emoasional yang terjalin antara guru dan
muridnya. Hubungan ini menurut saya bisa diperoleh dengan seringnya guru dan
murid berinteraksi, baik didalam ruangan maupun diluar ruangan. Menjadikan
murid sebagai pusat pembelajaran, yang artinya murid dituntut untuk lebih aktif
dalam proses belajar mengajar.
Dari hal ini, saya ingin
menanggapi film “3 Idiots” yang bercerita tentang interaksi antara guru dan
murid. Di video ini, guru terlalu naif dalam menerima tanggapan dari muridnya
dalam mendefinisikan sesuatu. Terikat dengan teks yang ada dalam sebuah buku,
sehingga tidak menerima tanggapan dengan teks yang berbeda walaupun pada
akhirnya memiliki makna yang sama. Terlihat pula bahwa, guru mengusir muridnya
yang berbeda pendapat. Menurut saya, keputusan ini tidak bijak bagi seorang
pendidik karena dapat menghilangkan rasa percaya diri, keberanian mengemukakan
pendapat, dan keaktifan dari murid itu sendiri. Seharusnya guru yang disebut
sebagai pendidik bisa menjadikan dirinya sebagai figure bagi muridnya.
Di video ini juga,
memperlihatkan seorang murid yang menyampaikan pendapat sebagaimana sudut pandangnya.
Menyampaikan pendapat dengan Bahasa yang lebih sederhana karena mendefinisikannya
berdasarkan fungsi bagi dirinya. Sikap ini akan lebih baik bagi seorang murid
jika menyampaikan pendapat namun diawali dengan referensi yang ada sebelumnya.
Terlepas dari beberapa hal
tadi, ada satu perilaku yang tidak mengenakkan dari perilaku murid tersebut,
yaitu Ketika dia tersenyum disaat gurunya ingin menjelaskan sesuatu. Asumsi
sayaz, perilaku murid ini menyimpang dari etika antara murid terhadap gurunya.
Sehingga proses belajar mengajar dalam kelas ini tidak harmonis.
Dari masalah-masalah tadi,
saya ingin menyampaikan bahwa seorang guru tidak hanya bertanggung jawab pada
nilai akedemik saja tetapi juga bertanggung jawab dalam membentuk tingkah laku
dan karakter murid. Disinilah pentingnya membangun jalinan emosional antara
pendidik dan murid, demi tercapainya ruang belajar yang harmonis. Kita harusnya membangun komunikasi dengan
murid, saling berinteraksi ataupun berdiskusi. Membuka diri dalam menerima
pendapat dari muridnya. Tegas terhadap penanaman nilai dan moral sehingga murid
menjadi pribadi yang lebih baik dan berahklak pada akhirnya.
Keberhasilan nawacita
Pendidikan kita hari ini, Ketika guru-guru memiliki rasa tanggung jawab yang
besar dalam mendidik dan murid-murid memiliki karakter dalam menuntut ilmu.
Sinergi keduanya tentunya akan memajukan dunia Pendidikan kita.
Salam Guru, Salam Pahlawan
tanpa jasa.
Assalamu alaikum wrwb
Silahkan di nonton versi videonya.Semoga Bermanfaat, dukung
kami untuk terus memberikan video pengalaman bermain game Mobile Legends kepada
anda dengan memberikan jempol ke atas, tinggalkan komentar di kolom komentar,
jangan lupa Subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi biar kalian bisa update
terus tanpa harus ketinggalan konten-konten terbaru serta Share ke teman-teman
anda. Kalian juga bisa request gameplay role hero dan atau build tiap hero yang
ingin kalian nonton. Nanti kami usahakan untuk kabulkan yaa.
Jika kalian ingin mabar
santai invite ID saya di bawah
IamTakdirTv :
135100796
Baca juga artikel-artikel
saya yang lain yaa. Mungkin yang anda inginkan ada di blog ini.
Terima kasih
Perlengkapan rekaman:
HP : Xiaomi Redmi Note 8 Pro
Mic : Mic Condenser BM-8000
Tripod : Weifeng 3110
Lighting : Softbox DIY
Untuk Kerjasama hubungi :
takdiralihasanazhari@gmail.com
Takdir Ali Hasan Azhari
IG : iamtakdirtv iam.takdir
http://dlvr.it/Rqptl0